You are currently viewing MENGENAL FACIAL RIGGING DALAM ANIMASI 3D

MENGENAL FACIAL RIGGING DALAM ANIMASI 3D

Animasi diciptakan untuk membuat suatu karya yang tak bergerak menjadi bergerak dan terlihat lebih hidup. Perkembangan teknologi dan komputer membuat teknik animasi 3D semakin berkembang pesat. Gambar yang diciptakan terlihat hampir menyerupai manusia dan dibuat bergerak layaknya manusia hidup mulai dari berjalan, berbicara, mengedipkan mata, sampai ekspresi wajah yang menyerupai emosi manusia. 

Dalam pembuatannya, animasi 3D dibuat sepenuhnya dengan menggunakan komputer dan untuk membuat objek terlihat menjadi lebih hidup dan bergerak layaknya manusia, para animator menggunakan teknik yang disebut dengan Rigging. Rigging adalah sebuah interface untuk membuat objek bergerak dan bertindak. Ketika melakukan Rigging, salah satu yang paling penting adalah Facial Rigging. Apa itu Facial Rigging dan bagaimana cara membuatnya? Yuk Simak Artikel ini sampai habis ya!

Apa itu Facial Rigging

Mengutip dari Journal of Animation and Games Studies Vol. 1 No. 1 2015, Hanrahan dan Sturman mengembangkan sistem yang mengizinkan seorang animator untuk membangun hubungan fungsional antara perangkat masukan interaktif (interactive input device) dan parameter kontrol (control parameters). Dan sistem tersebut adalah facial rigging.

Tahap facial rigging dalam animasi 3D dapat diartikan sebagai sebuah proses pembuatan kontrol animasi untuk model wajah dan antarmuka (interface) animator ke kontrol tersebut. 

Macam-Macam Pendekatan  Facial Rigging

Dalam proses pembuatan facial rigging, seorang animator dapat menentukan pilihan model sesuai kebutuhannya. Berikut adalah empat macam pendekatan facial rigging yang perlu diketahui.

1. Articulated Joints

Pendekatan articulated joint merupakan salah satu pendekatan yang banyak digunakan. Yang mana, articulated joints ini memungkinkan setiap sendi agar sesuai dengan sambungan yang diartikulasikan,  baik antara dua kerangka atau tulang. Sementara itu, untuk langkah awal, seorang animator perlu menentukan struktur sambungan serta menetapkan nilai titik permukaan terlebih dahulu. 

2. Blend Shapes

Pendekatan blend shapes adalah sebuah bentuk interpolasi dari bentuk permukaan. Maksudnya, dari permukaan tersebut dipahat menjadi dua bentuk atau lebih. Diantara banyaknya hasil pahatan tersebut salah satunya disebut bentuk dasar, dan sisanya disebut bentuk target.

3. Clusters

Arti cluster di sini adalah sekelompok titik yang terkait dengan transformasi koordinat. Transformasi ini sendiri dapat berupa skala, transisi, rotasi, atau kombinasi dari keseluruhan. Dengan menggunakan pendekatan cluster saat facial rigging akan memungkinkan kelompok pada titik permukaan untuk diskalakan, diterjemahkan, dan diputar secara relatif dari lokasi asal cluster yang ditentukan.

4. The User Interface

Dalam pendekatan ini, parameter untuk beberapa hal diatur pada waktu tertentu, atau dari frame animasi yang diinginkan. Adapun beberapa hal tersebut, di antaranya adalah sudut sambung n (the joint angles), bentuk bobot campuran (blend shape weights), transformasi cluster (cluster transformation), dan ekspresi fungsional (functional expressions). Pada intinya, jika seorang animator menggunakan parameter yang berbeda maka kemungkinan rangkaian waktu dari keyframe juga berbeda. Setiap keyframe memiliki masing-masing parameternya. Jadi, harus teliti ya.

Kamu tertarik untuk belajar lebih dalam tentang animasi ? Yuk kunjungi laman artikel website kami di sini.

Oiya, kami juga terbuka lho untuk kamu yang ingin kerja sama untuk membuat animasi. Untuk informasi lebih lanjut kamu bisa atau klik di sini

Leave a Reply